Friday, June 09, 2006

Virus Akal Budi


Richard Brodie...nama yang biasa saja, apa istimewanya sih orang ini?. dia tidak setenar Bill Gates karena dia hanya seorang mantan kepala asisten Bill Gates yang kini jadi konsultan di bidang IT tentunya, jika anda lebih menyukai Microsoft Word dari pada OpenOffice.org maka perkenalkan perancang dari Microsoft Word...Richard Brodie.saya tidak akan berbicara banyak tentang karya2 dia dalam bidang software, yang saya akan bicarakan justru buku keduanya yang cukup provokatif dengan judul Virus of the Mind telah ditranslate oleh KPG (Gramedia) dengan judul "Virus Akal Budi".Virus akal budi, sejenis virus apalagi ini? agak sulit menggambarkan virus ini karena sebagaimana akal budi yang berupa konsep, maka virusnya pun abstrak, lupakan untuk mendefinisikan virus ini karena menurut Brodi kita semua sudah terjangkiti, jadi harus cepat didisinfeksi. apa buktinya???.virus akal budi bekerja secara diam-diam namun cepat dan sigap, dengan mengusai sedikit demi sedikit akal budi kita dan menarik kita keberbagai arah yang tak tertentu, virus akal budi mengalihkan perhatian kita dari apa yang sangat penting dalam hidup kita kepada hal-hal yang bersifat instingtif, kemudian membuat kita putus asa karena serbuan budaya konsumtif yang tiada akhir, hingga akhirnya kita tersesat dan putus asa.apa buktinya???...sabar dung ini buktinya, apakah anda pernah bertanya2, mengapa tayangan misteri, kriminal, gosip, opera sabun dan acara lainnya yang dibalut hedonisme punya rating tinggi? mengapa cafe, resto, fast food menjamur?, mengapa Wartawan instan terus berkeliaran dan dapat bertahan hidup didunia yang katanya menjunjung tinggi profesionalisme? kenapa koran2 dan media yang hanya jualan aurat tetap dibaca orang? dst (yang ini memang tertulis disampul belakang buku itu...wakakakak). itu ulah virus akal budi, membuat manusia dengan segala dayanya mengejar secara naluriah tiga hal paling primitif dalam dirinya, Bahaya, makanan dan sex.saya pernah sesumbar menjawab dalam hati "semua bisa dibendung jika masyarakat hidup dengan benar dan menegakkan kebenaran" tapi dibuku itu saya mereview ulang jawaban saya, karena kebenaran bukan "firewall" yang cukup tangguh menghadang virus ini, kenapa, karena virus ini menembus pertahanan manusia dengan senjatanya yang ampuh, apa itu? senjatanya yaitu "masuk akal" karena manusia secara natural memiliki dorongan untuk merasionalisasikan segala hal (dorongan ini bukan produk virus akal budi tapi memang "built in" dalam setiap orang). itu dia senjata yang dengan cerdas dipilih oleh virus akal budi karena masuk akal tidak selalu sejalan dengan kebenaran. lalu adakah solusinya? yah tentu saja ada, kalo tidak ngapain saya beli buku itu mahal2 dan hanya mengantung saya diawang2....wakakakak.solusinya ternyata filosofis bro, tujuan hidup kita yang utama itu apa? karena virus akal budi hanya sibuk berusaha menjauhkan kita dari tujuan utama kita hidup. selama kita bisa stick to it dengan our direction of live, virus itu akan mati dengan sendirinya.beberapa psikolog seperti abraham maslow dan viktor frankl telah mengamati (enak khan jadi kita gak usah cape2 ngamatin juga...wakakak), bila seseorang - entah karena sukarela atau terpaksa - berhenti mengkhawatirkan segala sesuatu sebagai persoalan hidup, mati dan krisis yang mendesak, dia akan merasakan dorongan-dorongan lain yang disebut "cita-cita luhur", "ilham" atau "aktualisasi diri". dari mana sih datangnya dorongan2 itu? jawabannya kata si brodie ada dua, Dorongan itu berasal dari Tuhan (kata saya ini panggilan Hati Nurani), yang satu lagi memag built in hasil peninggalan evolusi manusia yang mengkristal menjadi kebijaksanaan turunan dalam setiap manusia.(ribet yah???). simplenya gimana dung Brodieeee...???. istall ulang akal budi kita sesuai dengan nilai2 dan prinsip2 luhur dan nilai kebijaksanaan yang telah teruji secara evolusioner. Fyi...redaksi Brodie gak gitu, dia aslinya bilang tinggalkan/lepaskan kepercayaan yang lama anda terlebih dahulu, dianalogikan dengan kupu2 yang keluar dari kepompongnya; (hal.293) baru memprogram diri anda sendiri berdasarkan purpose yang merupakan prioritas tertinggi(jadi ada 2p; programming dan purpose).bagi saya, overall buku ini hanya mengantar kita untuk meninggalkan kepompong dengan pendekatan evolusi ala Darwinism, solusinya hanya dibahas sedikit pada bab terakhir, sangat tidak mencukupi, so kalo boleh dan mohon ijin menyarankan bagusnya habis baca buku ini dilanjut kebuku2 bernafas "Operating System" yang fundamental. Untuk muslim yah buku tauhid -jgn yg lain-lain dulu biar guidingnya jelas khususnya tauhid uluhiyah dan rububiah (ini urgently required), buku Tauhidnya Prof. Ismail Razi Al-faruqi recomended degh karena banyak ulasan ilmiahnya atau Buku Tauhidnya Bung Anis Matta yg menjelaskan Kitab Tauhid Muhammad At-tamimi, banyak sih pilihan alternatif, kayak Petunjuk Jalan (Ma'alim Fithariq) atau Islam dan Keadilan Sosialnya Sayid Qutbh. buku Tauhid banyak sekali khususnya terbitan At-tibyan, As-sofwah namun biasanya sangat standard dan membutuhkan seorang pendamping yang akan membimbing kita memahami buku2 itu (kalo gak dibimbing takutnya malah error), kecuali kalo kita beruntung mendapatkan buku penjelasan yang membahas atau syarahnya, seperti syarah utsul tsalasahnya Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah. he...he...he tentu saja semua buku itu dalam versi bahasa indonesia bro tapi sayangnya belum tentu ada di Gramedia. BTW...itu sekadar saran dari saya yang masih awam dan masih wajib banyak belajar lagi.

btw: sekadar referensi: penulis lepas dan blognya Indosiar <<<>

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home